Jumat, 05 Februari 2010

ayo berbisnis di bulan puasa

Bulan Puasa menyebabkan Anda lemas dan tidak produktif ? Tampaknya itu hanya sugesti. Puasa tak seharusnya menjadikan semangat kita kendur. Justru bulan Puasa adalah momentum terbaik untuk melakukan segala hal yang terbaik. Salah satunya menciptakan kegiatan untuk menambah penghasilan. Bulan Puasa saat yang tepat untuk memulai belajar berbisnis dan syukur-syukur akan berlanjut kelak. Banyak orang yang memanfaatkan bulan suci ini untuk membuat bisnis dadakan, misalnya berjualan kolak. Namun, setelah bulan Ramadan berlalu, hilang pula penghasilan dari kolak itu.

Pilihan bisnis

Bisnis yang paling bagus tentu bisnis yang dibutuhkan pasar atau pelanggan. Apa saja kebutuhan orang saat di bulan Puasa? Kalau kita pikirkan dan kita amati, akan muncul banyak kebutuhan yang mungkin dapat dijadikan ide bisnis.

Bisnis makanan dan minuman untuk berbuka puasa pasti akan ramai. Bagi para pekerja yang sibuk di luar rumah tentu jajanan ini merupakan pilihan praktis. Bermacam-macam jenis makanan pembuka puasa paling favorit misalnya es kelapa, es blewah, dan es timun suri/labu air. Kesulitan yang mungkin paling terasa untuk membuka bisnis ini adalah mencari tempat yang strategis. Namun, umumnya asal ada tempat untuk parkir dan lalu lalang kendaraan pulang kantor, tempat itu sudah cukup memadai. Pilihan lainnya, lakukan penjualan di sekeliling tempat tinggal. Sebagai daya tarik, perlu dicari pengemasan yang menarik dan berbeda dengan yang lain. Pajanglah secara mencolok makanan/minuman yang berada dalam kemasan yang semenarik mungkin. Kemudian harga juga perlu dipajang secara mencolok agar dari kejauhan orang sudah bisa memperkirakan berapa yang harus dibelanjakan ketika mau membeli. Sering kali harga menjadi penentu dalam membuat keputusan pembelian.

Berjualan pakaian ibadah seperti kopiah. kerudung, mukena, baju koko, jilbab, sajadah, baju Muslim anak. Selain untuk membantu konsumen menyiapkan diri untuk hari Idulfitri, juga untuk beribadah di bulan Puasa. Permintaan barang-barang tersebut akan meningkat di bulan Ramadan. Cara menjualnya bisa dengan menawarkan secara langsung kepada rekan kantor, berjualan di pasar Sabtu dan Minggu, atau di rumah dengan sedikit menyebarkan selebaran promosi. Kita bisa berbelanja dalam jumlah yang cukup memadai di beberapa tempat yang merupakan grosir barang-barang tersebut. Untuk tahun depan barang kali Anda bisa berburu barang tersebut di tempat dimana barang tersebut dibuat. Apabila Anda mempunyai kelebihan dalam membuat desain, sebenarnya bisa memesan sentra-sentra industri untuk memproduksi seperti yang kita inginkan. Dalam tahap yang lebih maju lagi, Anda bisa berkerja sama dengan para penjahit yang menjadi mitra binaan Anda.

Bisnis parsel adalah bisnis yang selalu ada di setiap hari Idulfitri. Kunci dari bisnis ini adalah mendapatkan sumber barang-barang yang akan ditata dalam parsel dengan harga murah, kreativitas desain parsel, dan tentu saja calon pembeli yang potensial. Pembeli tidak harus perorangan, perusahaan pun kadang perlu mengirim parsel. Bila perusahaan yang memesan tentu jumlah pesanannya cukup banyak.

Membuat atau menjual kue khas Lebaran yang beraneka ragam. Hal ini berhubungan erat dengan budaya halal bihalal yang sudah mendarah daging pada masyarakat kita.

Masih banyak usaha atau bisnis lain yang mungkin dilakukan dalam bulan puasa. Pikirkanlah sekreatif mungkin. Paling bagus adalah jika kita bisa menciptakan pasar tersendiri selain dari produk-produk yang biasa dijual di bulan puasa. Idenya bisa dibawa dari daerah asal Anda misalnya, yang mungkin bisa dapat dikembangkan di perantauan. Seperti makanan dan minuman, tentunya banyak variasi makanan dan minuman dari daerah untuk Anda coba pasarkan di wilayah kita tinggal. Jadi intinya adalah banyak sekali bidang usaha yang bisa dimulai atau dikembangkan pada bulan Ramadan ini, tergantung keberanian kita untuk mengambilnya. Jangan takut terhadap persaingan.


Good Luck

Tidak ada komentar: